#RamadanChallengeDay21: Antara Om Pram dan Pak Quraisy

Posisi yang bagi saya sangat tidak asyik adalah ketika mendengarkan nasihat orang tapi pikiran saya sudah ngajak perang ala ad hominem, wkwk.

Lebih tidak asyik lagi, baru saja kejadian seperti itu…

Setiap kali kejadian macam itu berulang, pikiran saya juga melayang ke salah satu quote terkenalnya om Pram; bersikap adillah sejak dari dalam pikiran. Yuh…ternyata beraaat. Disampaikan oleh siapapun, kebenaran tetap adalah kebenaran yang mutlak harus diterima. Sebaliknya, keburukan tetap keburukan meskipun keluar dari lisan orang yang kita anggap mulia. Adil yuk, adil…

Belum selesai menunaikan nasihat om Pram, kena lagi dari kata-katanya pak Quraisy; sesungguhnya apapun yang terlintas di benakmu, Allah mengetahuinya.

Rasanya macam kena cubit dari segala sisi 😀

Alhamdulillah, menjaga lisan dari komentar tidak perlu sudah mulai bisa dilakukan. Tapiiii bagaimana caranya menjaga lintasan kata dalam benak nun jauh di dalam sana T.T


Akhirnya saya cuma bisa mem-pukpuk diri sendiri sambil berkata, keep on going sajalah. Yang penting usaha.

Semoga momen ramadan ini sekalian menjadi momentum menggembleng diri, bersiap menghadapi sebelas bulan berikutnya dengan sikap yang lebih baik lagi.

Aamiin 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s