#RamadanChallengeDay17: Uban dan Pengakuan Ketidaktahuan

 

10xxzis
Ilustrasi Uban

Sebenarnya ini pengalaman beberapa hari yang lalu, tapi masih nyambung diulas hari ini kok. Yakin deh. Baca aja terus #modus

Jadi ceritanya sore itu saya sedang mencuci piring. Tak berapa lama, ibuk melintas di samping saya sambil berseru ada sesuatu di rambut saya. Tanpa harus dikomando, tangan beliau bergerak cepat mengambil benda-asing-berkilau itu, yang mana ternyata adalah UBAN saudara-saudara. Uban! Di usia yang nyaris belum lagi kepala tiga *rotfl*
Sudah selesaikah dramanya? Belum. Masih ada satu helai uban lagi yang ditemukan ibuk, jadi totalnya ada dua helai uban tebal dan panjang.

Reaksi spontan saya adalah terbahak-bahak. Bahkan setelah selesai cuci piring, saya bergegas naik ke kamar untuk mengambil hp dan woro-woro ke beberapa teman terdekat via WA, wkwkwk. Entah kenapa bagi saya penemuan uban itu jadi terasa lucu dan menjadi momen yang sangat tepat untuk terbahak-bahak 😀

Mengutip dari Wikipedia, adalah normal jika perubahan warna rambut menjadi putih tersebut dimulai pada akhir usia dua puluhan bagi perempuan (meskipun di sini disebutkan bawah untuk perempuan Asia, umumnya muncul di akhir usia 30-an). Secara umum dikatakan, uban alias dek Achromotrichia ini muncul seiring pertambahan umur. Kedengarannya asik ya… Keterkaitan dengan umur itu pula yang pada kelanjutannya membuat banyak orang mengkorelasikan uban dengan kekayaan pengalaman hidup. Waini…

Bagi saya yang masih pede berkata belum tua (haha…), aneh juga membayangkan bahwa dua helai uban itu berkaitan dengan usia. Apalagi jika dikaitkan dengan kekayaan pengalaman hidup, jauh lah. Kemudian saya ingat selintas perkataan bapak Quraish Shihab di sini.

“Seorang yang berkata ‘saya tidak tahu’ itu lebih cerdas daripada orang yang berkata ‘saya tahu’ padahal dia tidak tahu,” katanya.

Artikel tersebut salah satunya sedang membahas tentang kecenderungan “hilangnya” kerendahan hati belakangan ini, sehingga secara umum yang beliau maksudkan adalah semakin lama belajar semestinya orang akan lebih mudah bersikap rendah hati. Saya kira akan lebih “masuk” jika balada uban saya itu dikaitkan dengan seberapa mampu saya bersikap rendah hati dan menagkui ketidaktahuan setelah diberi kesempatan puluhan tahun belajar?

Saya masih ingat betul, suatu hari di grup WA ada yang langsung bertanya kepada saya tentang efek dari suntik TT. Bukannya menyarankan beliau langsung konsultasi kepada petugas medis (yang juga ada di grup tersebut; seorang bidan), saya justru mencarikan artikel dari beberapa sumber (yang saya yakini kredibilitasnya) mengenai keluhan-keluhan efek suntik TT. Baru di ujung jawaban, saya tambahi saran sebaiknya konsultasi dengan petugas medis. Kembali ke saat ini, saya jadi malu atas ke-sok tahu-an itu. Meskipun saya mempunyai latar belakang pendidikan biologis, rasanya lebay juga ketika saya menjadi merasa harus mampu menjawab berbagai hal yang terkait dengan medis. Rujukan website tentulah hanya embel-embel untuk menambah “gagah”nya jawaban saya, padahal apa saya sebetulnya kompeten untuk menjawab?!

Kemudian saya nggaya mencoba berfilosofi, bayi lahir sudah memiliki rambut yang semakin lama akan tumbuh memanjang dan lebat. Seperti ilmu pengetahuan yang diserapnya, yang mana semakin banyak seiring dia bertambah dewasa. Memasuki usia tua, rambutnya bisa jadi masih tetap panjang dan lebat namun warnanya mulai memutih. Pengetahuan itu masih ada, seperti rambutnya yang masih ada juga; namun warna putih itu menjadi pengingat bahwa pengetahuan itu selayaknya diiringi dengan kerendahhatian. Bukan kemudian jsutru menjadi bersikap sok tahu, apalagi tentang perkara yang di luar bidang keilmuannya.

Opo tumon ini, saya diajari sama uban.
Sekarang saya malu sama uban 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s