#RamadanChallengeDay13: Sehari Bersama Telemarketing

Pengakuan khilaf dulu, postingan ini telat T.T

Dua hari kemarin sedang sibuk-sibuknya di kantor. Sebuah kesibukan yang memberikan pengalaman baru dan membuka cakrawala pemikiran #halah. Apakah gerangan? Nglempiti empat belas ribu lembar surat ucapan terima kasih milik divisi sebelah, wkwk. Etapi sungguh saya tidak lebay ya. Melakukan kerja yang sesederhana melipat kertas ukuran F4 dalam empat langkah namun berulang sangat banyak kali, ternyata luar biasa juga. Berasa pengen spa jari setelahnya 😀

Hikmah yang saya petik: jangan meremehkan pekerjaan apapun, selama halal pastilah ada tingkat kesulitan tertentu yang tidak terbayangkan oleh kita.

Sudah cukup hikmahnya untuk kemarin?
Oh tentu saja belum. Karena hikmah yang saya dapat seketika langsung di-crosscheck sama Allah, beneran sudah meresap atau belum. Dan ujian itu datang dalam bentuk menghadapi mbak-mbak pelaku telemarketing…

Ceritanya di sela tugas melipat kertas tadi tiba-tiba hp saya berdering. Sekilas melirik nomornya berawalan +6221 alias bukan dari hp. Baru hendak saya angkat sudah terputus, selang beberapa menit nomor yang sama tampak menghubungi kembali. Sebenarnya saya sudah menebak ini telemarketing namun saya angkat juga. Pikiran saya masih lurus; ah ini mas/mbaknya nelpon-nelpon juga dalam rangka kerja halal, cukuplah nanti ditolak dengan bahasa baik-baik saja, minimal jelaskan bahwa sekarang sedang sibuk.

Tapi sepertinya saya sedang kurang bejo karena kejadian selanjutnya justru seperti ini. (M= si Mbak, S= Saya)

M: Selamat pagi, dengan ibu (menyebut nama lengkap saya) benar?
S: Selamat pagi, iya benar mbak
M: Baik, saya xxx dari Jaga Diri Finance (gak ngerti ini saya salah dengar atau memang ada, wkwk). Mohon maaf karena mengganggu waktu ibu. Di sini saya akan menawarkan suatu produk sebagai penghargaan atas….
S: Mbak, mbak, mbak…. Mohon maaf karena mengganggu waktu ibu. Di sini saya akan menawarkan suatu produk sebagai penghargaan atas….
S: Mbak, mbak, mbak…
M: Oh iya, bagaimana bu?
S: Maaf ini saya dengan di kantor, baru sibuk
M: Kalau begitu jam 12 nanti apakah ada waktu?
S: Maaf mbak, nggak usah aja
M: Kalau sore nanti, kira-kira bisa dihubungi jam berapa?
S: Maaf mbak, nggak usah dihubungi lagi aja
M: Oh kenapa ya bu? Padahal di sini saya akan menjelaskan bahwa sebagai penghargaan terhadap ibu, oh maaf sebelumnya ibu pengguna kartu kredit mastercard?
S: (sudah males ndengerin, hp-nya saya taruh di meja lalu melanjutkan kerjaan. Selang beberapa menit saya cek, mbaknya masih bicara panjang lebar, hp saya taruh lagi. Ketika saya cek ulang, sambungan sudah diputuskan) *evilsmirk*

Seusai istirahat siang, hp saya dibombardir panggilan-panggilan dari berbagai nomor. Seperti ini:
IMG_20170609_082439
Semuanya saya cueki 😀
Dalam hitungan tidak sampai sehari, saya sudah dipaksa merenungkan hikmah tadi kan?

Sekarang hikmahnya saya revisi dengan tambahan: saya tetap tidak meremehkan pekerjaan di bidang telemarketing, tapi mbok ya o mbak/mas…kalau calon konsumen sudah girig-girig itu tinggalkan saja…. daripada anda-anda memancing mereka untuk berbuat keji.

Duh Gusti, semoga shaum saya tidak gabug gara-gara ‘menjahati’ mbaknya…

Iklan

2 pemikiran pada “#RamadanChallengeDay13: Sehari Bersama Telemarketing

  1. Aku ini barusan aja, nomor berawal 021. Ngga tak angkat. Tapi telemarking ini semangat juangnya hebat lho. Coba sehari berapa penolakan, masih aja besoknya ngga kapok.

    Suka

    1. Wkwk, langsung kena ya…
      Iya sih dear, tetep salut kalo soal semangat juangnya. Tapi aku tetap mempertanyakan sih jane mereka dapat nomorku secara legal apa enggak…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s