​#RamadanChallengeDay12: Menjadi Tokoh “Antagonis”

Kata antagonis, tentunya bukanlah kata yang termasuk asing bagi sebagian besar dari kita kan ya. Cuma kata itu hampir pasti kalah pamor dari saudara kembarnya yaitu protagonis, hehe. Dalam KBBI disebutkan, an-ta-go-nis adalah kata yang secara umum berarti orang yang suka menentang alias terkesan tidak baik. Sementara itu, saudara kembarnya tadi, pro-ta-go-nis, secara umum diatikan sebagai tokoh utama dalam suatu cerita rekaan yang biasanya berkarakter baik. Makin jelas lagi kan sekarang kenapa saudara kembarnya yang jauh lebih tenar 😀

Lepas dari pemaknaan tersebut, dengan sukarela saya akan mengaku bahwa dalam rangkaian cerita hidup saya *tsahh* malangnya saya sering kebagian jatah peran antagonis. Inilah beberapa di antaranya, of course not in alphabetical order, wkwk.

Ada beberapa WAG (WhatsApp Group) di mana saya menjadi salah satu adminnya. Beberapa waktu belakangan ini saya juga bergabung dengan rekan-rekan relawan antihoax Soloraya dalam Mafindo chapter Solo. Hubungannya apa? Apa lagi kalau bukan mau tidak mau saya harus rela jadi tokoh antagonis mengingatkan kiri kanan dalam WAG ketika mulai ada berita hoax tersebar. Masalahnya adalah ada juga WAG yang anggotanya seusia bapak ibu saya. Men-debunk hoax cukup gampang, tapi men-debunk hoax dengan bahasa yang santun-tanpa-defensif di depan poro sepuh seperti itu aduhai lho rasanya. Ada kesenjangan pola komunikasi yang cukup terasa (baca: banyak yang baperan, wkwk). Beberapa kali bahkan sampai ada rekan yang menasihati agar saya keluar saja dari grup yang gap usianya terlampau jauh. Tapi alhamdulillah sejauh ini saya masih baik-baik saja ber’tebal muka’ menjadi tokoh antagonis di situ, hehe. Justru menjadi sarana pembelajaran yang luar biasa bagi saya ketika harus bersikap tegas sekaligus santun.

Tempat lain di mana saya sering kebagian peran antagonis adalah di masjid. Iya masjid, tenang saja anda-anda tidak salah baca. Saya sering menjadi ‘macan betina’ bagi anak-anak kecil yang masih belum terbiasa diajari duduk tenang ketika berada di masjid. Bahkan baru kemarin malam saya harus senam mata alis melirik tajam ke gerombolan anak kecil yang berseru-seru ribut di barisan shaf laki-laki. Akibatnya saya sempat bertemu mata dengan bapak salah satu bocah tersebut. Sebodo teuing kalau saya mah 😀

Pengalaman lainnya adalah ketika dilakukan perbaikan di jalan raya Jogja-Solo, pas Senin pagi pula. Saya yang tidak menyangka bahwa hingga hari Senin perbaikan tersebut masih berlangsung, terpaksa menjumpai kemacetan yang luar biasa. Akhirnya saya mengikuti saran seorang bapak untuk masuk ke jalur setapak desa yang melewati areal persawahan. Bayangkan ada puluhan motor yang mendadak masuk ke jalur yang lebarnya hanya muat untuk satu motor. Stuck pastinya. Menjadi semakin menyebalkan ketika motor di belakang saya mencoba menyalip, padahal di depan sana motor sudah menumpuk berebutan melewati tikungan kecil. Dan terjadilah, lagi-lagi saya terpaksa mengambil peran antagonis dengan memiringkan arah motor sedemikian rupa agar tidak ada yang bisa menyalip dan menimbulkan kemacetan yang lebih parah. Nggak ada omelan nih? Oh tentu saja ada, wkwk. Untung saya sudah sarapan, jadi ngomelnya masih cukup beradab 😀

Sampai di sini saya sudah keliatan serem belum?! Harusnya sudah ya, haha. Saya memang tidak pernah mendefinisikan diri sebagai penyabar kok :p Sikap keras nan galak mungkin sudah bawaan orok saya yang punya darah jawa timuran. Kadang memang melelahkan sih jadi orang yang gampang gemes ketika ada hal tidak berjalan sesuai aturan. Tapi ya…sebagaimana pemikiran saya tentang ketegasan di WAG tadi, sifat bawaan orok saya ini yang harus diatur. Bolehlah tegas dan keras, tapi jangan lupa juga santun dan ksatrianya. Ditambah kondisi shaum begini, semoga saya terus tekun belajar; belajar menjadi tokoh antagonis yang baik 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s