#RamadanChallengeDay11: Semuanya Belajar

Seperti pernah saya singgung kemarin, selain sebagai karyawan saya juga nyambi memberikan les privat. Jamaknya tentu saya adalah guru di sana, namun ternyata segera setelah kaki saya masuk ke rumah si adek, saya juga harus siap menjadi murid. Mengapa? Sebab pada kenyataannya saya juga belajar banyak dari interaksi yang kami bangun. Pelajaran yang akan sulit saya serap jika saya tidak sungguh memposisikan diri sebagai murid. Kedengarannya sepele ya, tapi percayalah, susahnya ampun-ampunan, wkwk.

Senada lah dengan quote ternama ini:

I am always ready to learn although I do not always like being taught.
~Winston Churchill

Dan dari jadwal les kemarin sore, inilah hasil pelajaran saya:

Pertama, si adek dengan bersemangat cerita bahwa ia sudah kuat puasa sehari penuh. Lalu ia mulai melanjutkan dengan ragam jenis puasa yang dilakukan teman-temannya di sekolah.

“Kamu puasa apa ini?”
“Aku udah puasa seharian tante, puasa ndino
“Kalo dek Yuda (adiknya) puasa apa?”
“Dek Yuda puasa sapiii…”
(sengaja tidak saya tanya maksudnya, saya sudah mudeng, wkwk)
“Eh tante, kalau temenku di sekolah ada yang puasa ngumpet…”
“Heh, puasa ngumpet? Emang gimana puasanya?”
“Ya nanti dia ngumpet-ngumpet terus makan… Kalau pas ayah bundanya nggak lihat, dia makan!”
(mulai agak speechless…)
“Wah memangnya kalau ayah bundanya gak lihat berarti sama sekali nggak ada yang lihat ya?”
“Iya…”
“Ah masak sih… Kira-kira Allah lihat nggak?”
(si adek mulai keliatan salah tingkah :D)
“Lihat te…”
“Nah kan… Berarti puasa kayak gitu bagus nggak?”
“Enggak…”

Well, such a deep conversation actually *take a deep breath after*

Kedua, selesai les pas sekali dengan kumandang adzan maghrib. Segera si adek menyambar gelas berisi teh manis hangat lalu minum sambil berdiri.

“EH kalau minum duduk!”
(masih kelesotan menyandar di dinding, belum duduk)
“Di sekolah diajari kalau minum sambil duduk kan”
(mulai melorot perlahan)
“Kalau minum itu sambil duduk…”
(akhirnya duduk, tapi pindah tempat di depan tipi, haha)

Percakapan terhenti karena saya lanjut minum teh manis hangat juga 😀

Dan….pelajaran apakah yang saya serap dengan penuh ketakutan kesadaran sore itu?

Yep, perhatikan kalimat bercetak tebal; lalu pastikan kamu juga melaksanakan apa yang kamu katakan ya, nduk…

Masih merasa yakin mau keminter?!

shutterstock_223963798-700x467
Gambar dari sini
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s