#RamadanChallengeDay9: Balada La Vecchia Signora

Juventus.

Lupa saya, kapan persisnya mulai naksir mereka. Mungkin sekitar kelas 4 SD gara-gara sering ikut mamas nonton bola. Lebih kacau lagi kalau ditanya kenapa suka mereka, haha. Mungkin karena saat itu era jayanya Juve ya. Walau jane ada juga AC Milan, tapi entah kok yang eye catching justru yang belang putih hitam, hehe.

Selanjutnya saya cukup rajin mengikuti sepak terjang mereka. Bahkan seingat saya ada poster Juventus di dinding kamar waktu itu πŸ˜€

Masa SMA, hobi bola mulai mereda. Meskipun identitas sebagai juventini masih melekat, dan cukup menjadi modal untuk saling ejek dengan teman sekelas yang milanisti. Kemudian beranjak kuliah, selain rival milanisti malah ketambahan lagi yang interisti, wkwk. Lumayan deh, jadi pengisi jeda percakapan ketika sudah jengah dengan anatomi fisiologi makhluk hidup sampai materi ekologi πŸ˜€

Hingga masuk ke dunia kerja, meskipun tidak selalu menonton pertandingannya, tetapi saya masih mengikuti sepak terjang Juve. Termasuk ikut berkesal ria saat om Conte hengkang dan digantikan om Allegri. Sampai ikut juga menjadi gerombolan yang nyengir bangga saat om Allegri ternyata bisa melampaui segala pesimisme suporter dengan elegan. Hingga dini hari tadi mereka bertemu Real Madrid di final liga champions. Takjub euy.

Takjub meskipun antiklimaks πŸ˜€

Hanya saja, rasanya saya jadi bisa mulai meraba kenapa sih bagi saya Juventus akan selalu spesial….

– Mengikuti perjalanan Juve rasanya seperti merunut pembentukan karakter boyish saya, haha. Kegemaran terhadap olahraga maskulin bagaimanapun telah menempa saya menjadi perempuan yang gak perempuan-perempuan amat. Tapi….saya justru bangga dengan keanehan itu, wkwk

– Mengikuti perjalanan Juve seperti menemukan kait tak kasat mata antara saya dan mamas, kakak laki-laki satu-satunya. Kami beda banget soalnya. Dari jenis kelamin, raut muka, postur tubuh, apalagi soal kelakuan. Tapi bicara Juventus akan membuat kami berada pada frekuensi yang sama. Frekuensi juventini πŸ˜€

Dikasih gambar kayak gitu sama mamas, hahahahaha…

– Dan akhirnya, demi melihat senyum Ale Del Piero dini hari tadi, dilanjutkan melihat tangis Dybala yang disembunyikan di balik kaosnya; saya menemukan satu hal lagi. Keluarga. Mereka bukan sekedar tim dengan ambisi masing-masing individu, tapi sebuah keluarga. Lihat Ale yang bersumpah tidak bermain di klub Italia lain selepas tidak berseragam Bianconeri. Lihat Pogba yang masih bersahabat dengan rekan-rekan lamanya di juve. Bahkan lihat Morata yang menegaskan sebagaimana Ale, hanya menjadikan juve sebagai klub Italianya, meski ada tawaran dari AC Milan :’)

Keep on going om Allegri dan seluruh skuad juve. Perbaiki kekurangan kalian. Besok juventini akan menagih janjimu untuk kembali ke laga final.

Forza Juve!!

Iklan

2 pemikiran pada “#RamadanChallengeDay9: Balada La Vecchia Signora

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s