​#RamadanChallengeDay5: Tentang Waktu

Sepertinya tulisan kali ini akan menjadi cukup random, hehe. Rasanya pengen nulis soal obrolan sekilas tadi siang dengan teman kantor saja. Tentang waktu.
Awalnya kami sedang membahas film, kemudian mb Yanti, nama teman kantor tersebut mulai menyinggung film serial The Blacklist. The Blacklist adalah salah satu sinetron made in Hollywood yang sekarang sudah masuk season 4. Kabarnya season 4 sudah tamat di episode 23, padahal saya baru nonton sampai episode 15, huhuhu. Selanjutnya obrolan bersambung ke serial produksi Hollywood lainnya yaitu The Flash.

Awalnya saya juga penyuka The Flash. Tokoh utamanya lucu, superhero tapi baperan, wkwk. Ide cerita per episodenya juga cukup menarik, sampai negara api menyerang di season 3… Apa pasal?! Saya ilfeel ketika tokoh utamanya mulai bermain-main dengan konsep waktu. Demi menyelamatkan ibunya yang terbunuh di masa lalu, ia berkali-kali kembali ke masa kecilnya untuk menyelamatkan sang Ibu. Berkali-kali pula dia harus menghadapi kekacauan masa sekarang akibat perbuatannya tersebut. Saya agak maklum juga sih, naga-naganya memang seperti itu karakter The Flash, sensitif dan mellow. But hello…he is a superhero anyway, kok egois 😦

*Duh ini mah saya yang jadi baper sama sinetron amrik, wkwk* Akhirnya saya stop nonton The Flash. Fin. Tamat serial itu untuk saya.

Saya baru sepaham ketika Hollywood mengusung konsep waktu pada film Arrival. Meskipun dasar ceritanya adalah ketika ada alien mampir ke bumi, namun yang saya tangkap film ini justru menunjukkan betapa pentingnya komunikasi. Dan tentunya itu tadi, ada selipan pemaknaan keren soal waktu. Saya tidak berencana menulis sinopsis filmnya ya, silakan cari sendiri kalau nanti tertarik 😀

Ketika seorang ahli bahasa ditugaskan untuk berkomunikasi dengan alien tersebut, akhirnya diketahui bahwa tamu bumi itu tidaklah jahat. Mereka justru sedang memberikan gift kepada ahli bahasa tersebut, yang mana gift-nya ternyata adalah waktu, tentang kemampuan melihat waktu-waktu penting baginya di masa depan. Hingga muncul dialog favorit saya ini:


Saya tidak sepakat dengan Barry Allen si Flash atas sikapnya yang sengaja mengubah garis waktu untuk kepentingan pribadi. Sedangkan dengan Dr. Louise Banks di Arrival, saya dibuat merenung panjang. Jika saya dimampukan untuk melihat keseluruhan hidup saya, apakah akan ada hal-hal yang akan saya ubah? Well, honestly no. Every pain, every tears, every little things matters. Tanpa segala rangkaian hal tersebut, saya bukanlah saya.

Tentu bukan tanpa makna Allah membuat waktu adalah berjalan maju, bukan?! 😉
PS: …dan sekarang waktunya bobok. Zzzz….

Iklan

3 pemikiran pada “​#RamadanChallengeDay5: Tentang Waktu

    1. Kalo sekedar silly things ato embarassing moments masih tahan lah dear. Yang bikin kegoda itu ngulang waktu buat menghapus dosa 😅
      Etapi nanti jadi gak ada pelajaran ke depan dong… #tsahh

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s