#RamadanChallengeDay3: Antara Ramadan dan Para Monyet Bijaksana

Eh asli ya, ini judulnya bukan perkara click bait :p

Nih buktinya

Itu asli foto dari dinding kubikel saya di kantor, hehe.

Awalnya hanya sekedar iseng. Sepintas tahu garis besar emoticon-emoticon tersebut, saya tertarik menempelkannya di dinding kubikel saat Ramadan. Mengapa? Kira-kira begini ceritanya…

Hasil dari baca-baca via internet, disebutkan bahwa lambang tersebut berasal dari peribahasa kuno Jepang Three Wise Monkeys (sanzaru or sanbiki no saru). Ketiga monyet tersebut adalah Mizaru yaitu monyet yang menutup matanya alias see no evil, Kikazaru berupa monyet yang menutup telinganya alis hear no evil, dan Iwazaru si monyet yang menutup mulutnya alias speak no evil. Ada pula literatur yang menambahkan satu ekor monyet lagi dengan pose menyilangkan tangannya, disebut Shizaru, sebagai lambang do no evil.

Peribahasa tersebut pertama ditemukan di pintu kuil Tosho-go, Nikko, Jepang, pada abad ke-17. Pemahatnya bernama Hidari Jingoro dan dipercaya bahwa beliau mengambil peribahasa ini dari ajaran Confucius yaitu agar kita tidak melihat, mendengar, berkata, dan berbuat hal-hal yang bertentangan dengan kepatutan. Selanjutnya sih pemahamannya saya improvisasikan sendiri, hehe. Kepatutan di sini saya artikan dengan tataran patut yang paling mendasar bagi saya, yaitu tataran tuntunan agama. Jadi kita dianjurkan untuk senantiasa berlaku menghindari ketidakpatutan yang terkait penglihatan dan pendengaran, yang mana akan berdampak pada ucapan dan perbuatan. *duh hari ini saya serius amat yak :D*

Agar lebih mudah dicerna, yuk mari saya ceritakan pengalaman yang terkait. Sebagai anggota tetap women on the road alias perempuan komuter –itu istilah ngaco, haqqul yaqin, haha—ujian kesabaran saya sering kali berlangsung di jalan. Sore tadi juga demikian… *btw yang nanti saya istilahkan evil itu sikap ya, bukan manusianya :D* Di traffic light yang padat dan sedang menyala merah, saya ada di barisan terdepan di sisi kanan. Tidak terlalu mepet bagian kanan jalan juga tepatnya. Beberapa detik berhenti, saya melihat seorang bapak berhenti di sebelah kanan saya dengan posisi yang nanggung; sejajar saya tidak, di belakang saya pun tidak. Tepat saat lampu berganti hijau, saya mendengar bapak tadi menekan klakson dengan berisik padahal praktis didepannya tidak ada siapa-siapa. Saya pun ngomel sendiri jadinya, klaksonnya wagu, hiks. Sayangnya omelan saya berlanjut dengan tindakan tidak sopan yaitu melenggang santai persis di depan bapak itu, wkwk. Jika saja saya lebih menjaga penglihatan dan pendengaran kemudian tidak merasa terpancing dengan perilaku aneh si bapak; maka kemungkinan besar saya juga terhindar dari tindakan wagu berupa omelan dan perilaku tidak layak tadi itu, yes?! 😉

Lalu saya akan ngeles dengan kalimat, “Aku kan lagi gak puasa” 😀

Gak lah ya… bersyukur saya masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk belajar bijak lagi sebelum nanti mulai puasa. Penglihatan dan pendengaran itu menjadi hak kita agar dapat membentuk ucapan serta perbuatan. Namun menjaga penglihatan dan pendengaran adalah kewajiban kita agar ucapan serta perbuatan yang terlahir darinya tidak bertentangan dengan aturan-aturan Sang Mahapemberi.

Dan jejeran monyet bijaksana di dinding kubikel itu, semoga bisa menjadi pengingat selama Ramadan ini dan seterusnya. Be wise, hooman, karena menjadi bijak sungguhlah tidak mudah! :’)

Iklan

5 pemikiran pada “#RamadanChallengeDay3: Antara Ramadan dan Para Monyet Bijaksana

    1. See sama Hear itu buntutnya ke Speak. Iya, gak gampang emang. Habis nulis itu aja aku langsung berasa diuji bertubi-tubi…
      Parahnya sekarang yang harus ditahan bukan nafsu makan, tapi nafsu komentar yang tidak perlu

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s