(lagi) Tentang Jilbab, Sebuah Refleksi Pribadi

Pagi ini saya sungguh selo –haha– dan membalas sebuah komentar di sini. Berikut tangkapan layarnya:

screenshot_2016-12-23-11-14-17.png

Saya berani berkomentar seperti itu karena sejauh ini melihat website tersebut masih menjadi sarana komunikasi yang baik dengan teman-teman dari beragam agama maupun etnis. Melihat ada yang berkomentar berupa pertanyaan, okelah jawab selagi sempat dan bisa, siapa tahu bisa membantu.

Masalahnya, sembari mengetikkan jawaban tersebut, saya kok jadi merinding juga. Ternyata secarik kain di kepala ini tanggung jawabnya tidak ringan ya. Tanggung jawab yang bahkan saya akui sendiri lewat komentar tersebut. Makin parah kalau saya menilik ulang pada diri saya sendiri, saya juga kan yang paling tahu betapa masih belepotannya akhlak saya di dalam sana.

Seperti apa saya saat tidak ada orang yang melihat saya…

Duh Engkau Yang Mahapengasih, tanpa kewelasan-Mu, masihkah surga itu layak kutuju?!

Matur nuwun juga mbak , hari ini, melalui anda saya kembali belajar 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s