Tentang Tahun yang Berulang (1)

Danbo-birthday

Setiap tahunnya, apa yang terlintas di benak kita ketika mendengar kata “Ulang tahun”? bisa jadi jawabannya akan sangat berkaitan dengan pada usia berapa pertanyaan itu ditujukan kepada kita, hehe. Bagi saya sendiri, ketika saya masih jauh lebih muda tentunya, ulang tahun adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu sebab seusai ulang tahun artinya usia saya menjadi tidak terpaut lagi dengan teman-teman sepermainan saya. Pasalnya, saya berulang tahun sudah mendekati akhir tahun sehingga secara teknis di antara teman-teman sepermainan saya selalu menjadi ‘anak yang tambah umurnya paling belakang’, haha. Di samping itu, seperti lazimnya setiap anak, masa tumbuh mendewasa (iya saya tahu, harusnya adalah ‘menua’ :D) adalah masa yang dianggap superb sehingga setiap pertambahan usia dirasakan sebagai anugerah. Anugerah kedewasaan.

Namun coba tanyakan kepada saya pertanyaan yang sama, paling tidak mulai beberapa tahun belakangan ini. Anda akan mendapai jawaban saya bertolak belakang dengan jawaban saya saat masih kecil. Ulang tahun itu jadi seperti pisau bermata dua *tsahh…* di mana satu sisinya membuat mau-tidak-mau saya harus mengakui bahwa saya semakin tua, sedangkan di sisi lain membuat saya dengan-sepenuh-hati menyadari betapa banyak karunia Allah yang saya terima hingga detik usia saya waktu itu. Setiap kali berulang tahun juga saya menjadi menyadari bahwa tumbuh dewasa (iya iyaa…menua maksudnya :p) tidaklah selalu indah. Ada risiko besar bernama tanggung jawab yang mengiringi kedewasaan tersebut. Komposisi tanggung jawab itu juga yang kemudian membedakan jiwa kanak-kanak dengan jiwa yang lebih matang, yes?!

Pada hari ulang tahun saya, biasanya justru saya awali dengan mengerjapkan mata beberapa kali dengan perasaan yang aneh. Saya tambah tua ya?! Lalu apa bedanya saya sekarang dengan saya setahun yang lalu? Adakah? Dalam hal positif atau negatifkah? Daftar self-questions itu masih akan berlanjut dengan panjangnya, yang kemudian ditutup dengan pertanyaan super combo -hahaha- hingga kesempatan usia ini, apa saja kebaikan yang sudah saya BERIKAN untuk orang lain?

Inilah poin super combo yang seringkali membuat saya merinding. Sebab sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Well, saya menulis ini justru bukan karena hari ini saya berulang tahun lho, hehe. Bukan saya, tapi sahabat saya –yang katanya adalah bayangan saya, haha- yang tinggal di Bandung. Kami bersahabat sejak SMP, berlanjut hingga SMA, terpisah kota ketika berkuliah, hingga akhirnya jarak semakin bertambah saat kami sudah memasuki dunia kerja. Bahkan terakhir kali kami bertemu secara fisik adalah sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu, parah sekali kan kami?! Haha. Namun demikian, kehadirannya selalu penting bagi saya, meskipun tidak berarti kehadiran secara fisik. Dia bisa menjadi penyeimbang saya dalam berbagai hal; ada kalanya dia yang mellow dan saya akan menjadi sosok (sok)bijak saat mendengarkan keluh kesahnya, namun di lain kesempatan dia yang akan menjadi korban absurdnya kisah hidup saya lalu menanggapinya dengan sangat santai dan taktis ala dia, hahaha. But that’s why i love her, LOL

Met milad ya dear, jangan tanya lagi soal hadiah apa yang saat ini akan kamu terima dari orang lain tetapi tanyakanlah apa kamu sudah menjadi hadiah bagi orang lain. Maybe your family has a lovely answer about that. But since –maybe :p- you won’t ask them, hope it will be great enaugh if i told you that for me, the answer is yes 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “Tentang Tahun yang Berulang (1)

  1. Terima kasih banyak. Terharu. Pertanyaan combo itu double combo ya. Apa saja kebaikanku? Apa yang sudah aku berikan? Lalu aku teringat usahamu untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat lagi, sedangkan aku masih belum melakukan apapun. Terima kasih telah mengingatkan, telah menjadi teman, selalu dan semoga akan terus mengingatkan aku untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Terima kasih. Kamsahamnida

    Suka

  2. Ping-balik: .hari lahir. | .im.unita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s