#RamadanChallengeDay28: Fragile

Tanpa caption spesifik, ada yang bisa menebak di atas itu gambar apa? Sulit sepertinya ya... Jadi, itu adalah foto dari gumpalan darah yang menyumbat arteri koroner seorang perempuan. Gumpalan sekecil itu mengakibatkan ia meregang nyawa. Alhamdulillah operasinya berhasil, sehingga nyawanya terselamatkan. See, that’s how fragile we really are... Hari ini pula, saya menyaksikan keriuhan di sebagian …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay28: Fragile

Iklan

#RamadanChallengeDay27: Hari yang Sulit Digambarkan

Lagi-lagi, pikiran saya buntu hendak menulis apa di hari ke-dua puluh tujuh. Antara saking banyaknya yang saya pikirkan, atau jangan-jangan saya sedang kembali ke fase tidak berpikir apapun; entahlah. Meskipun demikian, saya lebih condong dengan kemungkinan pertama. ‘Tamu’ saya sudah datang, berbuntut banyaknya ibadah maghdah yang harus terhenti. Flu dan radang tenggorokan menyerang, sehingga mau …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay27: Hari yang Sulit Digambarkan

#RamadanChallengeDay26: Belajar Itu Tidak Pernah Selesai

Suatu pagi, beberapa hari yang lalu, saya lamat-lamat ikut mendengar kultum bapak di musala desa sebelah. Pagi itu bapak menceritakan mulianya seseorang yang berkeinginan untuk terus belajar. Bahkan, orang yang berkeinginan belajar itu lebih ‘mulia’ daripada orang yang bisa mengajari. Bayangkan saja, pernahkah ada orang yang merasa mampu mengajari kemudian sibuk mencari murid? Atau justru …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay26: Belajar Itu Tidak Pernah Selesai

#RamadanChallengeDay25: Menjaga Niat

Sebagaimana lazimnya, setiap kondisi akan menghasilkan jenis uji yang berbeda. Ingin tahu kadar karbohidrat, ujinya dengan uji Benedict. Ingin tahu kadar protein, ujinya pakai uji Biuret. Cobalah dibalik, niscaya anda tidak akan dapat apa-apa selain lapar dan haus #mulai ngaco. Maksud saya, kalau ujinya tidak sesuai, ya apa yang mau kita ketahui alias tujuan kita …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay25: Menjaga Niat

#RamadanChallengeDay24: Halalan Thayyiban

Akhirnya ambil topik kekinian juga, hehe. Habis kok ya pas sekali, sebelum keluar pengumuman BPPOM tentang kandungan fragmen DNA babi pada merk-merk mie instan impor ini, pas banget temen kantor yang seorang muslim nyritain betapa kesengsemnya dia dengan samyang ini 😀 Selepas kabar ini mencuat, dia meringis saja waktu saya tanya. Tapi menurutnya, tampilan samyang …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay24: Halalan Thayyiban

#RamadanChallengeDay23: Lebay, Edisi Dunia Kita

Hari Ahad itu ndilalah saya benar-benar tidak ke mana-mana karena agendanya adalah mulai membuat kue, hehe. Ketika sedang meng-grinder­ kacang tanah sangrai, saya sekalian menyalakan TV. Pas ternyata, acaranya bertajuk Dunia Kita, acara mingguan produksi VOA Indonesia. Asyiknya kemarin pas mbahas perkembangan Islam di Amerika, wa bil khusus di kawasan Pantai Timur Amerika. Selama 30 …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay23: Lebay, Edisi Dunia Kita

#RamadanChallengeDay22: Lebay, Edisi Posko Mudik

Gambar di atas adalah salah satu pemandangan saya ketika berangkat kerja, tepatnya di daerah Prambanan. Beberapa puluh meter sebelumnya, berdiri juga posko serupa, yang pada awal melihatnya tiba-tiba membuat saya sok sentimentil. Posko mudik, oh posko mudik. Melihatnya maknanya cuma satu. Syawal yang mengintip di balik pintu, dan Ramadan yang segera berlalu. Ada yang bilang, …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay22: Lebay, Edisi Posko Mudik

#RamadanChallengeDay21: Antara Om Pram dan Pak Quraisy

Posisi yang bagi saya sangat tidak asyik adalah ketika mendengarkan nasihat orang tapi pikiran saya sudah ngajak perang ala ad hominem, wkwk. Lebih tidak asyik lagi, baru saja kejadian seperti itu... Setiap kali kejadian macam itu berulang, pikiran saya juga melayang ke salah satu quote terkenalnya om Pram; bersikap adillah sejak dari dalam pikiran. Yuh...ternyata …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay21: Antara Om Pram dan Pak Quraisy

#RamadanChallengeDay20: Sepertiga Kedua. Khusnudzan

Sabtu malam di minggu kemarin, selepas tarawih, saya menyengaja duduk sejenak di pelataran masjid lalu mengambil foto itu. Jelas bukan foto yang bagus secara kualitas, hehe. Saya sekedar duduk di situ. Menengadah. Lalu mengagumi bentuk dan cahaya bulan yang indah. Sejujurnya, saya nyaris tidak berpikir apa-apa saat itu. Tidak ada yang detik itu terasa membuat …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay20: Sepertiga Kedua. Khusnudzan

#RamadanChallengeDay19: Ada Apa dengan Kita?

Pernahkah anda menjumpai peristiwa kecelakaan di jalan raya dengan begitu banyak orang berkerumun hingga lalu lintas di sekitarnya pun tersendat? Pernahkan anda menemukan unggahan gambar-gambar yang tidak layak untuk konsumsi umum di media sosial semacam WA Grup (WAG)? Pernahkah anda membaca tulisan yang begitu penuh keantipatian terhadap pihak yang lain seakan pihak lain itu sama …

Lanjutkan membaca #RamadanChallengeDay19: Ada Apa dengan Kita?